Memilih oli tidak bisa sembarangan. Yang sering terjadi, pemilik kendaraan menggunakan apapun oli yang dijual oleh bengkel yang menangani kendaraannya. Salah pilih oli dapat berakibat buruk, apalagi jika dapat oli palsu.

Ketika mobil atau motor mendapatkan pelumas yang tidak tepat / cocok maka gesekan bisa saja dapat tidak terkendali. Dan kendaraan bisa cepat rusak.

Pada umumnya, teknisi di bengkel memang akan merekomendasikan apa oli yang sesuai tipe kendaraan. Namun, sebagai pemiliknya Anda juga punya hak untuk menentukan mana yang terbaik bagi kendaraan. Nantinya, bisa melakukan perbandingan manakah yang lebih berkualitas dan terjangkau biayanya.

Agar memperkaya pengetahuan Anda mengenai bagaimana memilih oli mobil ini, dalam artikel kami akan menjelaskan cara-caranya.

Tips Dalam Memilih Oli Mobil

Memilih oli mobil yang tepat, akan mendukung kinerja mesin optimal. Dampaknya, tarikan jadi lebih semakin halus dan bahan bakar irit. Bahkan, umur mesin bisa lebih panjang dan harga jualnya tinggi saat Anda ingin menjualnya. Jadi, berikut tips memilih oli mobil tersebut:

Paham Karakter Mesin Kendaraan

Cara paling mudah dalam memilih oli yaitu dengan membaca buku panduan yang pasti diberikan saat membeli mobil terutama yang baru. Umumnya, di buku ini akan tertera mengenai spesifikasi mesin serta oli seperti apa yang sesuai.

Hal penting juga, kecocokan dengan mesinnya serta kualitasnya. Jangan sampai Anda terpaku dengan merek saja tapi tidak cocok untuk mesin. Demikian pula tipe oli mobilnya jangan sampai keliru.
Mobil Matic Atau Transmisi Manual?

BACA JUGA :  Dimana Bisa Beli Aki Yang Bisa Dikirim Dan Dipasang Dengan Cepat?

Anda juga harus memperhatikan jenis mobil apa yang dipakai saat ini. Cara memilih oli mobil matic tentu berbeda olinya dengan mobil transmisi manual. Sebagai pemilik kendaraan Anda harus paham jenis apa yang digunakan sekarang.

Melihat Segi Tingkat Kekentalan

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan yaitu bagaimana tingkat kekentalan olinya. Walaupun punya fungsi yang relatif sama, akan tetapi oli dapat melindungi maksimal apabila sesuai dengan karakteristik mobil. Ini dapat dilihat dari segi tingkat kekentalan.

Tingkat kekentalan atau yang lebih ih populer dengan sebutan viscosity grade, dapat dilihat pada nomor Society Of Automotive Engineers (SAE). Apabila angkanya semakin besar maka tingkat kekentalannya juga semakin tinggi.

Misalnya, oli dengan memiliki tulisan kode sae 15w 40, berarti pada ini memiliki tingkat kekentalan saat kondisi winter (WAE) yaitu 15. Sementara, ketika keadaan panas maka tingkat kekentalannya sudah di angka 40.

Perhatikan Bahan Dasar Oli

Jenis oli mobil terbagi menjadi dua macam dilihat dari bahan pembentuknya. Pertama, yaitu jenis oli sintetik yang terbuat dari bahan kimia setelah mempunyai sifat aditif. Sedangkan yang kedua adalah oli mineral. Bahan pembentuknya yaitu hasil ekstraksi minyak bumi.

Ada kelebihan dari masing-masing jenis oli tersebut. Pada oli sintetik, kelebihannya yaitu penguapan tingkatnya lebih rendah serta stabil saat mesin suhunya tinggi. Selain itu, lebih kuat terhadap gesekan dan harganya lebih murah. Karena mengandung deterjen, kebersihan mesin juga lebih bisa dijamin.

Waspada Dengan Oli Palsu

Sekarang ini, di pasaran banyak sekali beredar oli abal-abal dengan harga yang murah. Sering sekali harganya yang lebih hemat menarik banyak peminat. Akan tetapi, banyak para penjualnya yang tidak bertanggung jawab atau tidak tahu bahwa oli yang dijualnya adalah palsu.

BACA JUGA :  Yuk Kenali Jenis Hidrolik Cuci Mobil yang Berkualitas

Anda wajib berhati-hati saat membeli oli dan jangan sampai terjebak. Saat membeli oli palsu, bisa berakibat gagal dalam pelumasan atau lebih tidak kuat terhadap suhu panas. Hal ini bisa membuat mesin rusak saat terjadi dalam waktu lama.

Ciri Oli Palsu

Jangan sampai Anda terjebak memilih oli yang palsu. Ada beberapa ciri sederhana yang bisa dikenali apakah oli ini asli atau bukan yaitu sebagai berikut:

Memiliki Warna Lebih Gelap

Oli palsu pada umumnya memiliki warna lebih gelap. Sedangkan oli yang asli, warnanya cenderung lebih jernih seperti terlihat layaknya minyak kelapa sawit.

Terasa Kasar

Selanjutnya, oli palsu akan terasa kasar saat Anda teteskan atau celupkan jari. Hal ini disebabkan kandungan logam yang ada di dalamnya. Logam yang ada ini, bisa mengganggu proses pelumasan dan gesekan lebih keras.

Baunya Seperti Hasil Pembakaran

Berikutnya, oli palsu memiliki ciri berbau tengik seperti hasil sisa pembakaran. Jika Anda menemukan ciri semacam ini sebaiknya hindari membelinya dan cari oli di tempat yang terjamin.

Harganya Cenderung Tidak Masuk Akal

Dibandingkan dengan harga oli mobil yang asli, ada kemungkinan lebih di bawah dengan selisih besar.

Jadi, Anda jangan tergiur saat menemukan voli yang memiliki harga jauh lebih murah namun berasal dari toko yang belum Anda tahu sebelumnya. Lebih baik mencarinya di lokasi yang Anda sudah biasa membeli atau terpercaya.

Bahayanya Jika Salah Memilih Oli Mobil

Bisa dikatakan, oli merupakan darah bagi sebuah mobil. Memastikan Anda memilih oli yang tepat menjadi sebuah keharusan. Alasannya, ada beberapa bahaya yang dapat timbul jika salah memilih oli seperti berikut ini:

Engine Knocking

Ungkapan ini sering juga disebut dengan mesin ngelitik. Cirinya, yaitu mengeluarkan getaran dan bunyi kasar saat mesin menyala. Banyak pendapat yang mengatakan jika mesin ngelitik ini diakibatkan kualitas bahan bakar di bawah spesifikasi mesin. Padahal, ada faktor lain yang mempengaruhinya.

BACA JUGA :  Yuk Kenali Penyebab Aki Motor Tidak Mengisi Dan Cara Merawatnya

Salah dalam memilih oli, bisa berakibat mesin ngelitik. Contohnya, kalau memilih kekentalan oli mobil terlalu tinggi maka komponen di dalamnya akan lebih lambat bergerak. Sebaliknya, saat terlalu encer maka pergerakan komponen menjadi terlalu cepat. Kedua kondisi ini dapat membuat pembakaran tidak sempurna dan akhirnya mesin knocking.

Overheat

Mesin terlalu panas atau overheat sering berkaitan dengan kegagalan sistem pendinginan. Ini memang benar namun salah satu penyebabnya juga bisa juga karena salah dalam memilih oli. Ini bisa saja terjadi karena efek dari ngelitik yang terlalu lama dibiarkan.

Jika kinerja mesin tidak berjalan dengan optimal, lama-kelamaan banyak komponen mesin yang mengalami kerusakan. Selanjutnya, tenaga mesin bisa jauh merosot serta menimbulkan panas dengan mudah.

Engine Stress

Tidak hanya manusia saja yang dapat stres, namun mesin kendaraan juga bisa mengalaminya. Jika pergerakan komponen mesin yang tidak teratur dengan benar, maka terdapat banyak efek yang terjadi di dalamnya.

Lama-kelamaan, kerusakan dapat terjadi di dalam mesin. Beberapa kerusakan parah mulai dari blok mesin yang bocor, piston yang bengkok, atau bahkan pecah. Jika sudah seperti ini, kesalahan memilih oli bisa berakibat mobil overhaul atau turun mesin. Biayanya, dapat berkali-kali lipat dibandingkan hanya membeli oli saja.

Paham Tentang Oli Mobil

Demikianlah artikel yang membahas tentang bagaimana cara memilih oli mesin mobil dengan mudah. Sebagai komponen penting dari kendaraan, mesin harus dirawat dengan dilumasi menggunakan oli berkualitas. Kami berharap Anda akan punya referensi dan wawasan baru mengenai pentingnya memilih oli secara benar.

Selain oli mobil, salah satu komponen penting pada mobil yaitu aki. Untuk mendapatkan aki yang tepat, Anda dapat menemukannya di toko kami, tokoaki.co.id.

Write A Comment