Sebuah sepeda motor dapat bergerak karena adanya transmisi yang merupakan bagian dari sistem pemindahan tenaga. Ketika melewati jalanan yang menanjak, sepeda motor akan membutuhkan sebuah torsi yang cukup besar. Dari sinilah perbandingan final gear ratio motor perlu dihitung. Lantas bagaimana cara perhitungannya? Simak penjelasan berikut ini.

Mengintip Cara Perhitungan Final Gear Pada Motor

Menghitung Gear Ratio

1. Mengetahui Rumus

Untuk bisa mendapatkan perbandingan, anda bisa saja merubah beberapa komponen pada mesin motor yang berhubungan dengan perbandingan final gear. Sebagai contoh, anda bisa menggunakan perbandingan ukuran ban dan sproket. Akan tetapi, untuk bisa mendapatkan hasil perhitungan secara maksimal, ada baiknya mengetahui rumus perhitungan secara terperinci.

Rumus tersebut nantinya dapat digunakan agar performa dan kinerja motor bisa selaras. Selain itu perhitungan final gear menggunakan rumus, juga bertujuan untuk mendapatkan akselerasi dan tenaga yang pas. Meski tujuannya untuk menjaga kinerja sepeda motor, masih banyak yang menganggap hal ini tidak penting.

Ketika anda mengganti ukuran velg motor menjadi ring 17 tanpa adanya perhitungan rumus perbandingan, maka tidak menutup kemungkinan terjadi hal yang tak diinginkan. Seperti halnya akselerasi yang dapat terus meningkat dan bertambah, menyebabkan tarikan mesin motor menjadi berat. Tarikan mesin yang berat akan berpengaruh pada konsumsi bensin yang berlebihan.

2. Rumus Menghitung Perbandingan Gear

Setelah memahami betapa pentingnya menghitung perbandingan dengan menggunakan rumus, kini saatnya menggunakan rumus tersebut untuk menyelaraskan rasio motor. adapun rumus yang bisa digunakan untuk mencari perbandingan final gear ratio yakni D1/F1 = D2/F2. Sebelum melakukan perhitungan, ada baiknya mengerti pengertian kode tersebut.

D1 merupakan kode yang digunakan untuk mengukur diameter total ban dan velg standar. F1 merupakan sebuah kode yang digunakan untuk menunjukkan rasio sproket standar. D2 ialah kode untuk diameter total ban dan velg yang diubah. Sedangkan F2 merupakan sebuah kode yang digunakan untuk menunjukkan rasio sproket atau final gear ubahan.

BACA JUGA :  Mengenal Komponen Motor Starter Dan Fungsinya

Melihat keterangan rumus tersebut, maka kode yang paling dibutuhkan ialah F2. Sebagai kode rasio sproket atau final gear, kode tersebut harus digunakan untuk mengukur perbandingan setelah melakukan perbandingan ukuran velg motor. Melalui hal tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa F2 hanya digunakan untuk mengukur rasio sproket velg rubahan.

3. Menghitung Dengan Rumus

Setelah mengetahui rumus yang akan digunakan untuk menghitung perbandingan sproket, maka anda tinggal menerapkan rumus tersebut. Semisal, sebuah motor yang memiliki ukuran velg 18 inci dengan ban sekitar 3,00 – 18, final gear belakang 46 dan gear depan 14 mata. Sementara untuk velg yang baru dipasang berukuran 17 inci. Sementara bannya berukuran 90/80.

Melalui contoh sepeda motor untuk menghitung perbandingan final gear ratio, maka F1 = 46/14 = 3,2857, D1 = (18 x 25,4) + (3,00 x 25,4) = 457,2 + 76,2 + 76,2 = 609.6 mm. Sedangkan D2 = (17 x 25,4) + (80% x 90) + (80% x 90) = 431,8 + 72 + 72 = 575,8 mm. Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa ukuran ban yang mencapai 3,00-18 tersebut memiliki lebar tapak sekitar 3,00 inci.

Sebagai informasi, 18 merupakan angka yang menunjukkan ukuran ban yang diperuntukkan bagi velg ring 18 inci. Sementara untuk ban 90/80 – 17 dapat diartikan sebagai ukuran lebar tapak ban 90 mm serta tinggi ban 80% dari 90 mm. Untuk mencari diameter total ban dan velg maksimal, gunakanlah rumus diameter velg + tinggi ban + tinggi total.

4. Mencari F2

Setelah menjabarkan contoh, maka anda bisa mendapatkan ukuran final skopter atau gear ratio dengan cara menerapkan rumus, F2 = (F1 X D2) = (3,2857 X 575,8) : 609,6 = 3,103. Melalui rumus tersebut dapat ditemukan bahwa perbandingan sproket yang tepat dan sesuai standar ialah 3,103. Sampai disini, barulah anda bisa mencari rumus gear bekalang.

BACA JUGA :  Apakah Aki Mobil Perlu Dicopot Ketika Tidak Dipakai Dalam Waktu Lama?

Diketahui, rumus perbandingan final gear ratio belakang F2 X jumlah air gir mata depan. Maka dapat ditarik hasil akhir untuk gear belakang ialah 3,103 x 14 = 43,442. Angka tersebut kemudian bisa dibulatkan menjadi 43. Jumlah total gear belakang tersebut juga merupakan patokan tiap kali ingin mengganti velg.

5. Perbandingan Roda Gigi

Pada sebuah transmisi motor, saat kendaraan berjalan maju dan menghasilkan perputaran searah maka terdapat dua pasang roda gigi. Untuk mendapatkan perhitungan poros gear ratio, diambil contoh gear ratio ketika kendaraan melaju kedepan. Roda gigi pada bagian atas dan roda gigi bagian bawah akan saling bersinggungan.

Roda gigi bagian atas dan bawah yang saling bersinggungan akan menghasilkan perputaran dengan arah yang berlawanan. Untuk menghitungnya, diperoleh rumus gear ratio = B/A x D/C. Rumus lain yang bisa digunakan ialah GR = B/A. Bila poros input berputar sebanyak 2 kali, maka poros output yang berputar hanya 1 kali. Dengan demikian ratio terberat berada pada poros output.

6. Rumus Perbandingan Roda Gigi Posisi Pertama

Ketika hub sleeve mencengkram komponen gear 1, maka poros input akan berputar. Melalui hal tersebut dapat diperoleh rumus perbandingan final gear ratio 1 = ZC4 / ZG4 X ZG1 / ZC1. GR1 merupakan kode yang menunjukkan gear ratio 1, kemudian ZG4 menunjukkan jumlah gerigi gear 4. Untuk kode ZC1 dan ZG1 menunjukkan jumlah gerigi counter gear 1.

7. Rumus Perbandingan Roda Gigi Posisi Kedua

Sama seperti gear pertama, ketika hub sleeve mencengkeram gear 2 mengakibatkan komponen poros input berputar. Adanya  perputaran tersebut mengakibatkan bagian gear 4 memutar counter gear 4. Kemudian, komponen gear 2 akan memutar hub sleeve hingga menuju poros output. Rumus perhitungannya ialah GR2 = ZC4 / ZG4 X ZG2 / ZC2.

BACA JUGA :  Mengintip 7 Penyebab Lampu Motor Redup Beserta Cara Penanganannya

8. Menambah Top Speed

Setelah mengetahui perhitungan ratio, anda bisa menambah top speed pada sepeda motor. Caranya, anda tinggal mengganti gear belakang motor yang ukurannya lebih kecil daripada standarnya. Anda juga bisa mengganti gear depan dengan ukuran yang lebih besar dari standarnya. Namun, jangan lupa untuk tetap memperhitungkan ratio sproket sesuai rumus.

Jika anda ingin menambah akselerasi, maka perlu mengganti gear belakang motor yang ukurannya lebih besar dari standar. Selain itu, anda juga bisa mengganti gear depan standar dengan ukuran perbandingan final gear ratio yang lebih kecil namun masih selaras. Setelah melakukan pergantian, anda masih tetap harus melakukan perawatan secara berkala agar bagian tersebut tidak aus. Seperti itulah cara mencari perbandingan ratio sproket pada motor. Ketika anda melakukan perubahan pada ukuran velg motor, maka hal pertama yang harus dilakukan ialah menghitung perbandingan rasionya. Jangan sampai, gear depan dan belakang tidak memiliki akselerasi yang sempurna. Pemasangan gear yang tidak selaras dapat mengakibatkan turunnya kinerja mesin.

Cek juga Tokoaki.co.id yang sudah mempunyai pengalaman di bidang baterai aki selama puluhan tahun serta memberikan harga yang lebih hemat! serta memiliki bermacam-macam merek serta tipe aki yang cocok dengan kendaraan anda.

Write A Comment